menyusur ...
menyisik peluh
memilin temberang hidup
bertanya:
Jika hati tegak megah berdiri
Adakah ruang untuk menambahkannya?
Bisakah aku menggantung ornament
untuk sekedar mempertajam aroma keindahannya?
Adakah ruang untuk menambahkannya?
Bisakah aku menggantung ornament
untuk sekedar mempertajam aroma keindahannya?
Jika dinding bagur terbangun
adakah celah untuk menitip
hati yang mencinta ini?
adakah tempat bagi jiwaku
untuk memburuh padanya
Mampukah menyintas?
adakah kutemukan sinyal kuat
yang menandai jalan
... yang dimengerti semua orang?
Pojok Kebun Kayumanis, post-nocturnal

