Janalokamaya: A blog by Leonard C. Epafras

mimpi itu bukan sunyi tapi bisu yang kental ● waktu senyap menyekat merintih menyeberangi kata dan tindakan ● waktu tunduk tepekur tiarap menggantung bumi ● tenggelam antara kepenuhan dan jati diri


menyusur ...
menyisik peluh
memilin temberang hidup

bertanya:


Jika hati tegak megah berdiri
Adakah ruang untuk menambahkannya?
Bisakah aku menggantung ornament
untuk sekedar mempertajam aroma keindahannya?

Jika dinding bagur terbangun
adakah celah untuk menitip
hati yang mencinta ini?

Jika pagar melingkup berhektar-hektar jengkal
adakah tempat bagi jiwaku
untuk memburuh padanya


Mampukah menyintas?
adakah kutemukan sinyal kuat
yang menandai jalan
... yang dimengerti semua orang?


Pojok Kebun Kayumanis, post-nocturnal



NOTICE

Mohon untuk tidak COPY-PASTE begitu saja karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal. Hitung-hitung bersilaturahmi dan memperluas pergaulan, bukan?

Please do not COPY-PASTE without the owner consent. Blog is a creative work.


Silahkan klik di sini


Janalokamaya


This blog is created by Leonard C. Epafras.
It meant to be an exotopy of my self. An orifice of unsettled thinkings, reflections, and reports of the ongoing observation of the tiny fraction of the life.
Enjoy