malam ...
terjaring hembus hangat
berdiang pada
gerah seraya ...
mendekap aura nokturnal yang lirih
sambil bergerak
dalam metrum dolce
di lorong-lorong itu yang
ber-flip-flop dengan tingkah suram sumir samar dan sumringah
meski ada cahaya mengundang
di ujung sana
toh ...
ada sepi dan gentar yang ditangkar
sekira cahaya itu
tak mesti akhir dari kala yang dirabuk
sebuah cita yang mewujud
melainkan suatu
amplifikasi deru
lokomotif malam yang deras menjelang
dengan delik sorot silau lampunya
berlalu
melintas cepat
impian lenyap terlindas
berusaha menalak gigil
tak bisa lain
menangkup sabda erat-erat
“orang yang menanti-nantikan Tuhan”
“mendapat kekuatan baru”
pojok belakang kebun kayumanis, 11 oktober 2012
