(another favorite poem)
Posted by
Leo Epafras
comments (0)
vast, vast sadness
boundless, boundless loss
the song has ended
the moon has been snatched away
in the midst of mournful city
there is a patriot's blood
patriotism is sometimes exhausted
blood sometimes runs dry
but the thread of your fragrant spirit has not been snapped
is it not so?
you have become a butterfly
I am a big big fan of Louis Cha's works. Herewith a poem appears in his work The Book and The Sword, Indonesian version of this wuxia literature is "Puteri Harum dan Kaisar". A really sad story about the romance between Jen Jialuo (Hokkien dialect: Tan Keh Lok) and Kasili (Xiāngfēi), the fragrant princess, the concubine of Ching's Chinese Emperor Qian Long. Kasili was a Muslim from Huei tribe.
Posted by
Leo Epafras
comments (0)
(one of my favorite poems)
From IndoPROGRESS
Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa (Wiji Thukul)
aku bukan artis pembuat berita
tapi memang
aku selalu kabar buruk
buat para penguasa
puisiku bukan puisi
tapi kata-kata gelap
yang berkeringat
dan berdesakan mencari jalan
ia tak mati-mati
meski bola mataku diganti
ia tak mati-mati
meski bercerai dengan rumah
ia tak mati-mati
telah kubayar apa yang dia minta
umur-tenaga-luka
kata-kata itu selalu menagih
padaku ia selalu berkata
:kau masih hidup!
aku memang masih utuh
dan kata-kata belum binasa
18 juni 1997
Posted by
Leo Epafras
comments (0)
Berikut ini adalah permohonan bantuan dari teman saya Pdt. Yahya Tirta Prewita yang harus transplantasi ginjal dengan biaya kl. Rp 400 juta. Bagi yang tergerak silahkan membantu melalui rekening tersebut di bawah ini. Saya kutipkan dari teman pendeta Darsono Eko Noegroho.
PROPOSAL
TRANSPLANTASI GINJAL PDT. YAHYA TIRTA PREWITA
UNTUK BERSAMA BERBAGI DAN MERAYAKAN KEHIDUPAN
Latar Belakang:
Pdt. Yahya Tirta Prewita adalah pendeta jemaat GKJ Purwantoro, ditahbiskan 9 Desember 1992.
Sejak bulan Maret diketahui sakit gagal ginjal kronis, dari pemeriksaan USG dan rhenogram dan hasil lab berkala, disimpulkan sifatnya tetap dan tak dapat dipulihkan.
Secara medis, alternatif terapi yang dapat dipilih ada tiga, urutan menunjukkan tindakan medis yang paling disarankan :
Transplantasi ginjal.
Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). yaitu proses cuci darah dengan cairan di kantong dalam perut yang bisa dilakukan sendiri tanpa perlu mesin cuci darah seperti yang dilakukan di RS.
Hemodialisis atau cuci darah dengan mesin di rumah sakit.
Pertimbangan untuk melakukan transplantasi ginjal:
Keputusan Pdt. Yahya Tirta Prewita yang bersedia melakukan transplantasi ginjal sesudah konsultasi dengan Dr. David dan Egi E. Manuputti di RS PGI Cikini tanggal 25-26 Juni 2013 lalu.
Kondisi psikhis, fisik dan kesehatan organ-organ tubuh yang lain mendukung untuk pelaksanaan transplantasi.
Sejak tanggal 18 Maret 2013 menjalani hemodialisis dua kali seminggu di RS Bethesda.
Sudah ada donor organ yang menyediakan diri: Magdalena Kartika Sari, kakak kandung Pdt. Yahya Tirta Prewita tempat tinggal di Solo, atau Imanuel Teja Harjaya, adik kandung, domisili di Bandung.
Pdt. Yahya Tirta Prewita dengan bantuan saudara-saudara selama sakit ditambah pertanggungan asuransi sudah ada dana Rp 106.000.000 (seratus enam juta rupiah).
Selain pertimbangan medis, bahwa transplantasi cara terbaik untuk kasus gagal ginjal kronis, secara ekonomis biaya besar yang dikeluarkan saat transplantasi ginjal sama dengan bila dengan hemodialisis dua kali seminggu selama tiga tahun.
Dan waktu dua kali seminggu selama 6 jam yang diperlukan untuk proses hemodialisis di rumah sakit tidak diperlukan lagi setelah pelaksanaan transplantasi ginjal.
Perawatan usai transplantasi ginjal jauh lebih mudah dan murah daripada perawatan pasien hemodialisis.
Pdt. Yahya Tirta Prewita tetap mempunyai dan memelihara semangat hidup dan gairah untuk melayani, ditunjukkan dengan menulis jurnal pasien gagal ginjal yang dipublikasikan lewat internet, dan melakukan pelayanan kependetaan di jemaat. Kumpulan tulisan selama sakit yang pertama dibukukan dan terbit bulan Juli 2013 ini, dan launching buku oleh Pastoral RS Bethesda akan dilakukan bulan Agustus 2013.
Hari Sabtu 27 Juli 2013 pk 19-21.00 WIB Pdt. Yahya Tirta Prewita dengan sponsor kawan-kawan sejak SMA mengadakan konser tunggal menyanyikan sendiri 25 lagu-lagu karangannya, dan pembacaan beberapa puisinya, dan launching bukunya “WOW HATIKU PENUH NYANYIAN” bertempat di GKJ Danusuman, Jl. Dewi Sartika 37 Surakarta.
Saat ini Pdt. Yahya Tirta Prewita menjadi mahasiswa tingkat doktoral di Indonesian Consortium for Religious Studies (ICSR: UGM, UKDW dan UIN Yogyakarta). Karena keadaan harus mengambil cuti studi.
Pertimbangan medis, semakin cepat transplantasi ginjal dilakukan, semakin mengurangi resiko yang bertambah karena efek samping hemodialisis yang dilakukan.
Masih diharapkan karya pelayanan lebih lanjut ke depan bagi Pdt. Yahya Tirta Prewita di tengah-tengah jemaat dan Gereja.
Transplantasi Ginjal di RS PGI Cikini Jakarta:
Berdasar percakapan dengan Dr. David Manuputti, Zuster Frida, Zuster Purnama, semuanya tenaga medis bagian transplantasi ginjal di RS Cikini PGI, dan informasi dari Bp. Mulyo Prihantono staf pengurus Yayasan RS Cikini, maka perkiraan biaya dan waktu untuk pelaksanaan transplantasi ginjal sebagai berikut:
Persiapan, pemeriksaan fisik dan kecocokan jaringan organ donor dan resipien. Rp 55 juta
Bisa dilakukan kapanpun donor dan resipien siap, 1 minggu.
Pelaksanaan transplantasi, biaya dokter, RS, dan obat.Rp 300-an juta
Dua minggu sebelum operasi dijadwalkan, pasien sudah kontrol.
Donor dua hari sebelum operasi dilakukan.
Biaya obat pasca transplantasi, sampai masa krisis 3 bulan.Rp 30-an juta.
Masa kritis 1 minggu pasca transplantasi,
dilanjutkan karantina 3 minggu,
dan sangat dibatasi pertemuan umum s/d 3 bulan.
dengan kontrol intensif dari dokter.
Biaya transportasi dan akomodasi selama pasien di RS Cikini.Rp 15 juta
Biaya total yang dibutuhkan:Rp 400 juta
Biaya harus siap saat pasien menjadwalkan pelaksanaan operasi.
Ajakan untuk Bersama Berbagi dan Merayakan Kehidupan:
Proposal ini ditulis sebagai ajakan untuk bersama berbagi dan merayakan kehidupan. Dengan tujuan khusus:
Menggalang kekurangan dana untuk biaya transplantasi ginjal Pdt. Yahya Tirta Prewita sebesar Rp 300 juta.
Membuat gerakan umat yang bersama berbagi dan merayakan kehidupan dengan:
Mendoakan Pdt. Yahya Tirta Prewita dan saudara-saudara yang sakit.
Mengkampanyekan perlunya donor organ, baik donor hidup maupun donor saat mati (ginjal dan kornea) untuk membantu sesama yang membutuhkan.
Mengkampanyekan kesadaran jaminan kesehatan dan kesiapan dana sebagai kebutuhan tiap rumah tangga.
Mengembangkan pastoral untuk sesama yang sedang sakit.
Oleh karena sejak sakit sampai sekarang Pdt. Yahya Tirta Prewita dirawat di RS Bethesda dan tinggal di kompleks LPP Sinode Samirono Baru 71 Yogyakarta, maka untuk dukungan dana biaya transplantasi ginjal Pdt. Yahya Tirta Prewita mohon dikirim melalui rekening bank LPP Sinode:
Giro BRI Tiro - Jogja a.n. LPP Sinode GKJ dan GKI Jateng Ac. 0029-01-000409-30-9.
BCA KCP Gejayan a.n. Sih Hariris, S.H. Ac. 456 501 8044
Demikian proposal ini dibuat, sebagai bentuk solidaritas dan doa dari sesama kolega, dan ajakan untuk bersama berbagi dan merayakan kehidupan.
a/n Kawan-kawan Pendeta
Pdt. Darsono Eko Noegroho, MTh
Pendeta Pelayanan Khusus GKJ di LPP Sinode Yogyakarta
TRANSPLANTASI GINJAL PDT. YAHYA TIRTA PREWITA
UNTUK BERSAMA BERBAGI DAN MERAYAKAN KEHIDUPAN
Latar Belakang:
Pdt. Yahya Tirta Prewita adalah pendeta jemaat GKJ Purwantoro, ditahbiskan 9 Desember 1992.
Sejak bulan Maret diketahui sakit gagal ginjal kronis, dari pemeriksaan USG dan rhenogram dan hasil lab berkala, disimpulkan sifatnya tetap dan tak dapat dipulihkan.
Secara medis, alternatif terapi yang dapat dipilih ada tiga, urutan menunjukkan tindakan medis yang paling disarankan :
Transplantasi ginjal.
Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). yaitu proses cuci darah dengan cairan di kantong dalam perut yang bisa dilakukan sendiri tanpa perlu mesin cuci darah seperti yang dilakukan di RS.
Hemodialisis atau cuci darah dengan mesin di rumah sakit.
Pertimbangan untuk melakukan transplantasi ginjal:
Keputusan Pdt. Yahya Tirta Prewita yang bersedia melakukan transplantasi ginjal sesudah konsultasi dengan Dr. David dan Egi E. Manuputti di RS PGI Cikini tanggal 25-26 Juni 2013 lalu.
Kondisi psikhis, fisik dan kesehatan organ-organ tubuh yang lain mendukung untuk pelaksanaan transplantasi.
Sejak tanggal 18 Maret 2013 menjalani hemodialisis dua kali seminggu di RS Bethesda.
Sudah ada donor organ yang menyediakan diri: Magdalena Kartika Sari, kakak kandung Pdt. Yahya Tirta Prewita tempat tinggal di Solo, atau Imanuel Teja Harjaya, adik kandung, domisili di Bandung.
Pdt. Yahya Tirta Prewita dengan bantuan saudara-saudara selama sakit ditambah pertanggungan asuransi sudah ada dana Rp 106.000.000 (seratus enam juta rupiah).
Selain pertimbangan medis, bahwa transplantasi cara terbaik untuk kasus gagal ginjal kronis, secara ekonomis biaya besar yang dikeluarkan saat transplantasi ginjal sama dengan bila dengan hemodialisis dua kali seminggu selama tiga tahun.
Dan waktu dua kali seminggu selama 6 jam yang diperlukan untuk proses hemodialisis di rumah sakit tidak diperlukan lagi setelah pelaksanaan transplantasi ginjal.
Perawatan usai transplantasi ginjal jauh lebih mudah dan murah daripada perawatan pasien hemodialisis.
Pdt. Yahya Tirta Prewita tetap mempunyai dan memelihara semangat hidup dan gairah untuk melayani, ditunjukkan dengan menulis jurnal pasien gagal ginjal yang dipublikasikan lewat internet, dan melakukan pelayanan kependetaan di jemaat. Kumpulan tulisan selama sakit yang pertama dibukukan dan terbit bulan Juli 2013 ini, dan launching buku oleh Pastoral RS Bethesda akan dilakukan bulan Agustus 2013.
Hari Sabtu 27 Juli 2013 pk 19-21.00 WIB Pdt. Yahya Tirta Prewita dengan sponsor kawan-kawan sejak SMA mengadakan konser tunggal menyanyikan sendiri 25 lagu-lagu karangannya, dan pembacaan beberapa puisinya, dan launching bukunya “WOW HATIKU PENUH NYANYIAN” bertempat di GKJ Danusuman, Jl. Dewi Sartika 37 Surakarta.
Saat ini Pdt. Yahya Tirta Prewita menjadi mahasiswa tingkat doktoral di Indonesian Consortium for Religious Studies (ICSR: UGM, UKDW dan UIN Yogyakarta). Karena keadaan harus mengambil cuti studi.
Pertimbangan medis, semakin cepat transplantasi ginjal dilakukan, semakin mengurangi resiko yang bertambah karena efek samping hemodialisis yang dilakukan.
Masih diharapkan karya pelayanan lebih lanjut ke depan bagi Pdt. Yahya Tirta Prewita di tengah-tengah jemaat dan Gereja.
Transplantasi Ginjal di RS PGI Cikini Jakarta:
Berdasar percakapan dengan Dr. David Manuputti, Zuster Frida, Zuster Purnama, semuanya tenaga medis bagian transplantasi ginjal di RS Cikini PGI, dan informasi dari Bp. Mulyo Prihantono staf pengurus Yayasan RS Cikini, maka perkiraan biaya dan waktu untuk pelaksanaan transplantasi ginjal sebagai berikut:
Persiapan, pemeriksaan fisik dan kecocokan jaringan organ donor dan resipien. Rp 55 juta
Bisa dilakukan kapanpun donor dan resipien siap, 1 minggu.
Pelaksanaan transplantasi, biaya dokter, RS, dan obat.Rp 300-an juta
Dua minggu sebelum operasi dijadwalkan, pasien sudah kontrol.
Donor dua hari sebelum operasi dilakukan.
Biaya obat pasca transplantasi, sampai masa krisis 3 bulan.Rp 30-an juta.
Masa kritis 1 minggu pasca transplantasi,
dilanjutkan karantina 3 minggu,
dan sangat dibatasi pertemuan umum s/d 3 bulan.
dengan kontrol intensif dari dokter.
Biaya transportasi dan akomodasi selama pasien di RS Cikini.Rp 15 juta
Biaya total yang dibutuhkan:Rp 400 juta
Biaya harus siap saat pasien menjadwalkan pelaksanaan operasi.
Ajakan untuk Bersama Berbagi dan Merayakan Kehidupan:
Proposal ini ditulis sebagai ajakan untuk bersama berbagi dan merayakan kehidupan. Dengan tujuan khusus:
Menggalang kekurangan dana untuk biaya transplantasi ginjal Pdt. Yahya Tirta Prewita sebesar Rp 300 juta.
Membuat gerakan umat yang bersama berbagi dan merayakan kehidupan dengan:
Mendoakan Pdt. Yahya Tirta Prewita dan saudara-saudara yang sakit.
Mengkampanyekan perlunya donor organ, baik donor hidup maupun donor saat mati (ginjal dan kornea) untuk membantu sesama yang membutuhkan.
Mengkampanyekan kesadaran jaminan kesehatan dan kesiapan dana sebagai kebutuhan tiap rumah tangga.
Mengembangkan pastoral untuk sesama yang sedang sakit.
Oleh karena sejak sakit sampai sekarang Pdt. Yahya Tirta Prewita dirawat di RS Bethesda dan tinggal di kompleks LPP Sinode Samirono Baru 71 Yogyakarta, maka untuk dukungan dana biaya transplantasi ginjal Pdt. Yahya Tirta Prewita mohon dikirim melalui rekening bank LPP Sinode:
Giro BRI Tiro - Jogja a.n. LPP Sinode GKJ dan GKI Jateng Ac. 0029-01-000409-30-9.
BCA KCP Gejayan a.n. Sih Hariris, S.H. Ac. 456 501 8044
Demikian proposal ini dibuat, sebagai bentuk solidaritas dan doa dari sesama kolega, dan ajakan untuk bersama berbagi dan merayakan kehidupan.
a/n Kawan-kawan Pendeta
Pdt. Darsono Eko Noegroho, MTh
Pendeta Pelayanan Khusus GKJ di LPP Sinode Yogyakarta
Posted by
Leo Epafras
comments (0)
My all-time favorite poem
English translation provided by @harimur
Posted by
Leo Epafras
comments (0)
mendekap erat-erat tubuh
valentineku
mempersembahkan lagi
hati ini padanya
sesaat setelah ...
pungkas mendayung awan
... menuju RUMAH
sinkronisasi
narasi hidup
yang
tadinya terbetot-betot
setelah jeda adarma di sana
dan oleh ...
inkoherensi jiwa
yang memeluhkan raga
mendekap erat-erat tubuh
valentineku
menyerap tiap jalar
hangatnya
dan jadi yakin





