seandai azimat tuah berkalimat
di lapak tersedia hati
yang merah ranum membujuk
dinda menyungging senyum
seraya membagi segenggamnya
… untukku
memukat hati yang pekat
lalu
berselisih jalan
Tidurku merangkum
dan meringkaskan
seluruh kesudahan, kekinian, dan keakanan
yang mengental dalam diri
disimpul itulah
aku berjumpa dengan … papiku
Melelap tidurku
setelah diyakinkan
akan ambang tak tersebrangi
antara ranah lelap dan terjaga
… setelah itu
aku [berani] bangun
** dear daddy, may a blessed memory upon you ... juga utk Pak TH (alm)
di hadapanNYA ...
aku tak berdiri di terang maupun gelap
kulantunkan padaNYA
doa doa tak berpendirian
kutawarkan niat yang tak dapat ditagih
dan hati yang mendua
kubuat pointilisme
untuk menyatu keping kelam
dan cerah
supaya dikira putih
hingga tercipta ilusi kesucian
dan kenyataan yang
sebenarnya
pecah jika di zoom-in
sebab kutawarkan cinta
yang tak mungkin
dari bayang gelap
di sana
tak kuasa menyebut nama
yang lirih sekalipun
sebab ...
bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
jadi
sebut saja aku
... abu-abu
Mohon untuk tidak COPY-PASTE begitu saja karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal. Hitung-hitung bersilaturahmi dan memperluas pergaulan, bukan?
Please do not COPY-PASTE without the owner consent. Blog is a creative work.
Silahkan klik di sini
Copyright 2009 - Janalokamaya: A blog by Leonard C. Epafras
Blogspot Theme designed by: Ray Creations, Ray Hosting.