Janalokamaya: A blog by Leonard C. Epafras

mimpi itu bukan sunyi tapi bisu yang kental ● waktu senyap menyekat merintih menyeberangi kata dan tindakan ● waktu tunduk tepekur tiarap menggantung bumi ● tenggelam antara kepenuhan dan jati diri

kita tiba di tubir sempadan

lapat-lapat tampak horizon
di sana ada sinar mengambang
paradoksal ...
bertingkah di antara guram dan cerah
menampilkan pemandangan yang sayu menindih hati
sekaligus indah
menjanjikan pemenuhan cita-cita

sebuah negeri yang berjarak dari keduniawian
berdiang sinambung antar kasunyatan dan anggitan

di sempadan kita bak muhajir
yang menyeret-nyeret pengalamannya
hendak memobilisasinya menjadi sesuatu yang ditebus

di perhentian ini
kita menghela napas
... menjajaki
seberapa ripuh hidup ini sebelumnya
mengukur spidometer dan kilometer yang tlah ditempuh
menengok ke belakang lewat kaca spion

di situ ada lekuk lintasan yang ditekuk oleh
tangan yang penuh kuasa




bangkit ...
menguatkan hati
menelan nyali singa
maju dengan penuh iman
berjalan berendeng pundak
bersama para sahabat ...


14/11/2012
pojok belakang kebon kayu manis
dipersembahkan pada Mas. M dan Mbak V. dan semua Nopembris

0 comments:

Post a Comment

NOTICE

Mohon untuk tidak COPY-PASTE begitu saja karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal. Hitung-hitung bersilaturahmi dan memperluas pergaulan, bukan?

Please do not COPY-PASTE without the owner consent. Blog is a creative work.


Silahkan klik di sini


Janalokamaya


This blog is created by Leonard C. Epafras.
It meant to be an exotopy of my self. An orifice of unsettled thinkings, reflections, and reports of the ongoing observation of the tiny fraction of the life.
Enjoy