kita tiba di tubir sempadan
lapat-lapat tampak horizon
di sana ada sinar mengambang
paradoksal ...
bertingkah di antara guram dan cerah
menampilkan pemandangan yang sayu menindih hati
sekaligus indah
menjanjikan pemenuhan cita-cita
sebuah negeri yang berjarak dari keduniawian
berdiang sinambung antar kasunyatan dan anggitan
di sempadan kita bak muhajir
yang menyeret-nyeret pengalamannya
hendak memobilisasinya menjadi sesuatu yang ditebus
di perhentian ini
kita menghela napas
... menjajaki
seberapa ripuh hidup ini sebelumnya
mengukur spidometer dan kilometer yang tlah ditempuh
menengok ke belakang lewat kaca spion
di situ ada lekuk lintasan yang ditekuk oleh
tangan yang penuh kuasa
bangkit ...
menguatkan hati
menelan nyali singa
maju dengan penuh iman
berjalan berendeng pundak
bersama para sahabat ...
14/11/2012
pojok belakang kebon kayu manis
dipersembahkan pada Mas. M dan Mbak V. dan semua Nopembris


0 comments:
Post a Comment