dalam perbedaan
yang semakin hambar
dan tak tegas
dalam kayuhan getas
yang meninggalkan usang
temperas
temperas
di keriuhan genangan air
di titik ini ku berada
berdesah pada denai
menerka dan méréka
menerka dan méréka
pada lintasan yang menghadang
akhirnya mengerti dalam remang
mengapa IA
"mengajar tangan dan lenganku ...
melenturkan busur tembaga"
supaya aku menjalani hidup ini

0 comments:
Post a Comment