Janalokamaya: A blog by Leonard C. Epafras

mimpi itu bukan sunyi tapi bisu yang kental ● waktu senyap menyekat merintih menyeberangi kata dan tindakan ● waktu tunduk tepekur tiarap menggantung bumi ● tenggelam antara kepenuhan dan jati diri

dalam perbedaan

yang semakin hambar
dan tak tegas

dalam kayuhan getas
yang meninggalkan usang
temperas
di keriuhan genangan air

di titik ini ku berada
berdesah pada denai
menerka dan méréka 
pada lintasan yang menghadang

akhirnya mengerti dalam remang
mengapa IA
"mengajar tangan dan lenganku ...
melenturkan busur tembaga"
supaya aku menjalani hidup ini
dengan berani dan penuh syukur

LCE, Nopember 2014 (a buoyancy and effervesced)

(photo by rarindra prakarsa)

0 comments:

Post a Comment

NOTICE

Mohon untuk tidak COPY-PASTE begitu saja karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal. Hitung-hitung bersilaturahmi dan memperluas pergaulan, bukan?

Please do not COPY-PASTE without the owner consent. Blog is a creative work.


Silahkan klik di sini


Janalokamaya


This blog is created by Leonard C. Epafras.
It meant to be an exotopy of my self. An orifice of unsettled thinkings, reflections, and reports of the ongoing observation of the tiny fraction of the life.
Enjoy