Janalokamaya: A blog by Leonard C. Epafras

mimpi itu bukan sunyi tapi bisu yang kental ● waktu senyap menyekat merintih menyeberangi kata dan tindakan ● waktu tunduk tepekur tiarap menggantung bumi ● tenggelam antara kepenuhan dan jati diri

sepasang piring nasi goreng
beronggok berhadapan
coklat lebam
keras kepala
laiknya obskurantis
ortodoks
mencabik
telor mata sapi
... setengah matang
yang
terpecah bernanah kuning

menggigit
tomat
yang masih merintih
perih akan pedihnya
teriris
manakala
serpih-serpih daging
tertangkap basah
di antara bulir-bulir
meski mereka
masih berkilah
dari masa lalunya

kulahap porsiku
bersamamu
sebagai isyarat
persekutuan
dan
kenangan
akan cinta
yang lancang

menyusut
segenap kilau
setelah
semua porak poranda
dan menyisa
slilit ...

sebutir nasi
melekat di bibirmu
kuusap
tandas …
dengan bibirku


0 comments:

Post a Comment

NOTICE

Mohon untuk tidak COPY-PASTE begitu saja karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal. Hitung-hitung bersilaturahmi dan memperluas pergaulan, bukan?

Please do not COPY-PASTE without the owner consent. Blog is a creative work.


Silahkan klik di sini


Janalokamaya


This blog is created by Leonard C. Epafras.
It meant to be an exotopy of my self. An orifice of unsettled thinkings, reflections, and reports of the ongoing observation of the tiny fraction of the life.
Enjoy