sepasang piring nasi goreng
beronggok berhadapan
coklat lebam
keras kepala
laiknya obskurantis
ortodoks
mencabik
telor mata sapi
... setengah matang
yang
terpecah bernanah kuning
menggigit
tomat
yang masih merintih
perih akan pedihnya
teriris
manakala
serpih-serpih daging
tertangkap basah
di antara bulir-bulir
meski mereka
masih berkilah
dari masa lalunya
kulahap porsiku
bersamamu
sebagai isyarat
persekutuan
dan
kenangan
akan cinta
yang lancang
menyusut
segenap kilau
setelah
semua porak poranda
dan menyisa
slilit ...
sebutir nasi
melekat di bibirmu
kuusap
tandas …
dengan bibirku
beronggok berhadapan
coklat lebam
keras kepala
laiknya obskurantis
ortodoks
mencabik
telor mata sapi
... setengah matang
yang
terpecah bernanah kuning
menggigit
tomat
yang masih merintih
perih akan pedihnya
teriris
manakala
serpih-serpih daging
tertangkap basah
di antara bulir-bulir
meski mereka
masih berkilah
dari masa lalunya
kulahap porsiku
bersamamu
sebagai isyarat
persekutuan
dan
kenangan
akan cinta
yang lancang
menyusut
segenap kilau
setelah
semua porak poranda
dan menyisa
slilit ...
sebutir nasi
melekat di bibirmu
kuusap
tandas …
dengan bibirku

0 comments:
Post a Comment