anak manusia (sebuah picto-poem)
menyusur
jalur putih
mengilas ngilas
berkelebat kelebat
efek dopler
menarikan
frekuensi aural
melambat
di tikungan
lalu ...
sebuah epifani
menyergap
terserap dalam benak
dalam kecepatan super singkat
membisikan
"anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya"
tak tahu ...
nek-kah aku?
atau biasa saja
jalur putih
mengilas ngilas
berkelebat kelebat
efek dopler
menarikan
frekuensi aural
melambat
di tikungan
lalu ...
sebuah epifani
menyergap
terserap dalam benak
dalam kecepatan super singkat
membisikan
"anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya"
tak tahu ...
nek-kah aku?
atau biasa saja


0 comments:
Post a Comment