Janalokamaya: A blog by Leonard C. Epafras

mimpi itu bukan sunyi tapi bisu yang kental ● waktu senyap menyekat merintih menyeberangi kata dan tindakan ● waktu tunduk tepekur tiarap menggantung bumi ● tenggelam antara kepenuhan dan jati diri

bintang jatuh melintas
menyapu dua kejap
menyuluh malam lebam
menggaris langit guram
dengan cahaya membahana

kugumam pinta
tak hanya satu
tapi seratus sekaligus
hingga 
walau tak penuh seluruh
satu harap hendaklah terjawab

kubuntuti segenap daya
selagi bisa
sebelum ia bergerak melengkung
ke langit seberang
menebar mantra baru
memikat hati yang menantinya

dan meninggalkanku
bersama gelap semula
menyisakan hasrat yang tak pungkas

harus …
… kuhafalkan keindahannya
yang dua kejap itu
… kukenang sekuat tenaga 
sebelum ia memburam lalu lenyap dari benak
… kulafalkan berulang namanya
supaya kuat bersemayam 
di lubuk hati
… kurekam sebanyak mungkin
tiap berkas yang sempat
hinggap menghangatkan kulitku

sebab …
di momen itu
satu harap dari seratus pinta
untuk terakhir kalinya
rasa memiliki itu berkuasa

ujung dari kebahagiaan singkat
sekerdipan sapuan 
… bintang jatuh


0 comments:

Post a Comment

NOTICE

Mohon untuk tidak COPY-PASTE begitu saja karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal. Hitung-hitung bersilaturahmi dan memperluas pergaulan, bukan?

Please do not COPY-PASTE without the owner consent. Blog is a creative work.


Silahkan klik di sini


Janalokamaya


This blog is created by Leonard C. Epafras.
It meant to be an exotopy of my self. An orifice of unsettled thinkings, reflections, and reports of the ongoing observation of the tiny fraction of the life.
Enjoy