Janalokamaya: A blog by Leonard C. Epafras

mimpi itu bukan sunyi tapi bisu yang kental ● waktu senyap menyekat merintih menyeberangi kata dan tindakan ● waktu tunduk tepekur tiarap menggantung bumi ● tenggelam antara kepenuhan dan jati diri

langit mengrenyit pedih disangrai pagi

hingga terbungkuk-bungkuk

merunduk lekat ke bumi

tak kuat menopang tubuhnya

tumbang berdebam berkelung debu

....



berhamburan orang memancar ke segala arah

ketika langit berulekan biru-lembayung-jingga

menghitam zoom in

sebagiannya orang membatu tercekat malang

menanti undangan ke rumah Bapa di Sorga

tanpa appointment



seorang tukang becak cilik

mengayuh cepat menghindar timpa

menyambar serpih runtuhan langit

berhenti setelah selamat

meraih cone es krim putihnya

mengoles langit dipuncaknya

menjadi tudung biru-lembayung-jingga (mirip mirip Wall's Rainbow)

ini es krim pertama

seumur hidupnya



langit jadi hitam

0 comments:

Post a Comment

NOTICE

Mohon untuk tidak COPY-PASTE begitu saja karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal. Hitung-hitung bersilaturahmi dan memperluas pergaulan, bukan?

Please do not COPY-PASTE without the owner consent. Blog is a creative work.


Silahkan klik di sini


Janalokamaya


This blog is created by Leonard C. Epafras.
It meant to be an exotopy of my self. An orifice of unsettled thinkings, reflections, and reports of the ongoing observation of the tiny fraction of the life.
Enjoy